2009年2月13日 星期五
This is my wishlist,
標籤: Happiness
Don't walk in front of me, I may not follow.
Don't walk behind me, I may not lead.
Just walk beside me and be my friend.
Albert Camus
flickr
2009年2月13日 星期五
This is my wishlist,
標籤: Happiness
2009年2月1日 星期日
標籤: Travel
A brand new start for this coming year of the Earth Ox..
標籤: Travel
2009年1月31日 星期六
GONG XI FA CHAI!!!
標籤: Life
2008年9月30日 星期二
I search this article for my spouse, and found it from "femona". Honey please read it, ok? :P
Menstruasi
Menstruasi atau mens atau haid atau datang bulan adalah perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulannya (kecuali saat kehamilan) pada uterus seorang wanita dikarenakan adanya proses deskuamasi atau peluruhan dinding rahim (endometrium).
Darah menstruasi yang banyak mengandung campuran dari penumpukan sisa-sisa deskuamasi lapisan endometrium uteri, bekuan darah, cairan dan lendir, serta beberapa bakteri dan mikroorganisme, akan tampak berwarna merah kehitaman atau hitam. Lamanya perdarahan menstruasi biasanya antara 3 - 5 hari, tetapi ada juga yang mengalami perdarahan selama 1 - 2 hari yang diikuti terjadinya perdarahan kembali sedikit demi sedikit. Bahkan ada juga yang sampai 7 - 8 hari, tetapi biasanya lama terjadinya perdarahan menstruasi itu pada setiap wanita bersifat menetap.
Terjadinya perdarahan mens biasanya didahului dengan terjadinya leukorrhea (keputihan), yang ditunjukkan dengan pengeluaran cairan (lendir) dari vagina, agak encer, berwarna putih kekuningan, jika terjadi campuran dari tetesan darah, warnanya menjadi merah muda disebut bloody show, bening atau jernih dan tidak berbau. Cairan yang keluar tersebut dapat berubah sifatnya jika terjadi infeksi di daerah vagina atau uterusnya, yaitu menjadi berwarna kuning atau hijau, jika tedapat campuran dari tetesan darah, warnanya berubah menjadi merah kehitaman atau hitam, lebih kental dan keruh serta berbau
Jumlah atau banyaknya darah mens yang keluar rata-rata 33,2 atau lebih kurang 16 ml. Pada wanita yang usianya lebih tua biasanya jumlah darah haid yang keluar akan lebih banyak.
Menstruasi yang pertama kali , disebut menarke, paling sering terjadi pada usia 11 tahun tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun. Tetapi rata-rata terjadi pada usia 12,5 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.
Fase - fase Menstruasi
Mekanisme terjadinya perdarahan menstruasi terjadi dalam satu siklus terdiri atas 4 fase :
Sumber: Sobotta, J. 1989. Alat Kelamin Wanita, Sobotta: Atlas Ananatomi Manusia-Atlas II, Jakarta: EGC. Fisiologi haid
Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1). Siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi berkisar antara 21 - 40 hari. Hanya 10 – 15% wanita yang memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.
Panjang siklus haid sebulan yang normal adalah 28 hari , tetapi variasinya luas bukan hanya terjadi antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Panjang siklus haid seorang wanita biasanya dipengaruhi oleh usia
Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur. Jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur.
Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda.
Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba Falopii. Di dalam tuba biasanya terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin.
Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus biasa berlangsung selama 3 - 5 hari, kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.
PMS terjadi pada siklus menstruasi wanita di setiap usia, biasanya pada wanita usia 14 - 50 tahun. Gejala PMS yang terjadi pada tiap wanita bervariasi dan terjadi berubah-ubah pada tiap wanita dari bulan ke bulan. Berdasarkan riset dapat diidentifikasikan ada 180 gejala umum PMS dan yang paling sering dilaporkan adalah :
| GEJALA FISIK | |
|
|
| GEJALA PSIKIS/EMOSIONAL DAN TINGKAH LAKU | |
|
|
PENYEBAB PMS ?
Penyebab pasti dari PMS belum dapat diketahui secara jelas, berdasarkan riset medis yang telah dilakukan penyebab PMS mengarah pada perubahan tingkat hormon yang terjadi pada masa sebelum haid. Salah satunya adalah peranan dari hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron. PMS terjadi pada rentang waktu hidup antara pubertas dan menopause, masa ketika ovarium bekerja untuk menghasilkan hormon estrogen. Wanita yang tidak berovulasi tidak mengalami PMS dan biasanya setelah mengalami kehamilan wanita akan sembuh dari PMS.
Riset menunjukan bahwa PMS menjadi lebih bermasalah di awal dan akhir fase siklus reproduksi (yaitu pada pubertas dan menopause) dan saat masa kehamilan dan kelahiran anak seperti saat siklus menstruasi pada awalnya. (www.midlife-passages.com)
Beberapa teori penyebab PMS : (www.SixWise.com)
Penyebab pasti munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain mengatakan, karena hormon estrogen yang berlebihan (estrogen dominan). Salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.
PMS biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid.
Faktor - Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya PMS
Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima).
Tipe PMS dan gejalanya
Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. 80% gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.
PMS tipe A (anxiety)
Ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.
PMS tipe H (hyperhydration)
Memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.
PMS tipe C (craving)
Ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.
PMS tipe D (depression)
Ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Penyebabnya karena rendahnya kadar neurotransmitter di sistem saraf pusat. Ini karena peningkatan gangguan neurotransmiter sebagai hasil dari penurunan kadar estrogen (Kontras dengan PMS A yang menunjukkan hasil yang berlawanan). Turunnya pengeluaran estrogen ovarian dihubungkan pada suatu peningkatan dorongan tekanan pada sekresi androgen adrenal dan progesteron. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D.
PMS tipe D murni
Disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.
Untuk mengatasi PMS, biasanya dokter memberikan pengobatan diuretika untuk mengatasi retensi cairan atau edema (pembengkakan) pada kaki dan tangan. Pemberian hormon progesteron dosis kecil dapat dilakukan selama 8 - 10 hari sebelum haid untuk mengimbangi kelebihan relatif estrogen. Pemberian hormon testosteron dalam bentuk methiltestosteron sebagai tablet isap dapat pula diberikan untuk mengurangi kelebihan estrogen. (Intisari On the Net, Dr. Elvina Karyadi, MSc, Ahli Gizi Masyarakat, SEAMEO Tropmed UI).
Di tubuh setiap wanita terdapat hormon pria dan hormon wanita yang diatur seimbang secara alami oleh tubuh. Adapun peningkatan level hormon pria menyebabkan peningkatan prolaktin (hormon yang bertanggung jawab atas produksi ASI) menyebabkan keterlambatan ovulasi dan menurunkan level progesteron yang menyebabkan PMS. Studi yang dilakukan di Duke University, Univ of South California dan banyak institusi yang lain menunjukkan bahwa dengan menekan ovulasi juga dapat menekan PMS (dengan menghambat kelenjar pituitari dengan estrogen) .
Kita tahu bahwa gejala fisik pada PMS dapat juga disebabkan oleh suatu gangguan yang disebut “Endometriosis” yaitu suatu keadaan yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon dimana jaringan yang menyerupai dan beraksi seperti lapisan rahim berada di luar rahim dalam tulang panggul. Saat menstruasi, jaringan ini mengalami pendarahan ringan. Darah mengiritasi jaringan yang terdekat yang menimbulkan rasa sakit.
Sebagai tambahan banyak masalah kesehatan yang terkait dengan PMS yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Sebagai contoh, perubahan fibrositas payudara, yang berupa benjolan (bukan kanker) payudara menjadi bengkak dan sakit dan makin sensitif, payudara membengkak sering terjadi saat PMS. Kesimpulannya, definisi mekanisme PMS terjadinya penyebab PMS dapat disederhanakan bahwa PMS merupakan hasil dari kurang sempurnanya proses ovulasi. Kondisi ini menghasilkan suatu ovulasi yang kurang sempurna merupakan hasil dari ketidakseimbangan hormon. Penelitian menyimpulkan definisi ini dengan penemuan yang menunjukkan bahwa respon PMS mungkin disebabkan karena cara estrogen dan progesteron (hormon menstruasi) berinteraksi dengan senyawa kimia lain yang dihasilkan oleh otak.
Ada bukti baru yang menunjukan bahwa rendahnya kadar serotonin, suatu senyawa kimia penting yang diproduksi oleh otak mungkin pada kenyataannya merupakan penyebab utama respon PMS. Serotonin adalah pemain kunci yang berperan pada banyak proses tubuh dan siklus. Serotonin membantu siklus tidur dan metabolisme karbohidrat dan mempengaruhi pengaturan dari estrogen dan progesteron. Wanita dengan PMS disebabkan karena memliki kadar serotonin yang rendah dan bervarietas – suatu kondisi yang dapat menyebabkan ovulasi tertunda atau lebih awal dan memicu suatu ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Yang perlu digaris bawahi bahwa serotonin mempengaruhi ovulasi dan suatu ovulasi yang kurang sempurna menurunkan kadar serotonin di otak yang menyebabkan siklus yang hebat yang dikenal sebagai PMS.
Penjelasan mengenai “Ovulasi yang kurang sempurna” memperkuat terapi hormon yang sukses digunakan untuk menekan dan mengatur ovulasi dan mengkoreksi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan gejala PMS. Dan sejak stres dikenal dapat mengacaukan pola ovulatori, teori ini menempatkan stres suatu faktor utama pada penyebab PMS.
Suatu Siklus
Siklus menstruasi yang biasanya terjadi adalah 28 hari. Pada pertengahan siklus (sekitar hari ke-14), produksi dari LTH-Luteinizing Hormon (Hormon yang bertanggung jawab terhadap ovulasi) menekan, yang memicu ovulasi. Selama masa separuh ke-2 dari siklus menstruasi (sekitar hari ke-14 sampai hari ke-28), jika keseimbangan hormon estrogen dan progesteron stabil, maka PMS tidak akan muncul. Bagaimanapun bila kadar progesteron tidak normal, kadar serotonin dapat dipicu menjadi turun dan tertekan.
Selama apa yang saya definisikan sebagai suatu siklus mensruasi yang abnormal. Ada suatu perubahan pada pola sekresi kelenjar pituitari (sebuah kelenjar utama di otak yang memproduksi hormon yang dapat merangsang tiroid, kelenjar adrenalin, ovarium, otot halus dan ginjal). Ini mengubah pola sekresi kelenjar pituitari yang akan menyebabkan hormon menekan kejadian yang lain terlalu awal (sekitar hari ke-11) atau lebih lambat (sekitar hari ke-18). Selama waktu ini, kadar progesteron juga akan menurun dibandingkan dengan kadar estrogen. Ketidakseimbangan ini menyebabkan gejala PMS yang menganggu bahkan terasa sakit.
PMS dan Keinginan Menekan
Ada suatu teori yaitu gejala umum PMS seperti peningkatan untuk mengkonsumsi karbohidrat disebabkan karena kadar serotonin yang rendah. Teorinya adalah saat kadar serotonin rendah, otak mengirim sinyal ke tubuh untuk makan karbohidrat, dimana untuk merangsang produksi serotonin dari yang alami dengan asam amino building block. Pada kasus ini wanita ingin mengetahui mengapa nafsu makan mereka menjadi tidak terkontrol dan semangat hilang selama PMS, semua faktor sekuat kekuatan senyawa kimia otak dan produksi hormon mempengaruhi tingkah laku dan nafsu makan secara psikis .
Seorang penderita PMS menceritakan ,”Saya bengkak, kembung dan BB saya meningkat 5-10 pounds setiap bulannya. Bahkan saya memiliki pakaian khusus yang saya simpan saat PMS tiba. Saya merasa gemuk dan mengembang, dan rasanya seperti ada monster kelaparan dalam tubuh saya yang sangat ingin untuk diberi makan. Segera saat menstruasi mulai, monsternya juga pergi, dan selera makan saya normal kembali. Bagaimanapun, tiap bulan adalah suatu siklus yang hebat. Dan ini makin menyulitkan saya untuk menstabilkan BB dan merawat suatu image tubuh yang positif.
Walaupun ada suatu pembuktian ilmiah bagi peningkatan nafsu makan dan mengidamkan makanan terkait dengan PMS, ada suatu nilai yang khusus berikut, diet khusus yang diatur secara perorangan bagi penderita PMS. Menolak gula, garam dan komposisi lemak umumnya membantu mengurangi kembung dan kenaikkan BB , juga menghindari kafein, gula, nikotin dan alkohol mengurangi iritasi dan meningkatkan pola tidur. Jenis makanan yang direkomendasikan bagi penderita PMS bervariasi dari tiap wanita, dan karena wanita yang mengalami PMS dapat memiliki kondisi utama lain seperti hipoglikemia dan tekanan darah tinggi, pengaturan dan penilaian khusus perlu diprioritaskan untuk membuat suatu rekomendasi makanan.
Apa Yang Dikerjakan Dalam Pengaturan PMS ?
Ada berbagai pilihan pengaturan, yang paling harus diperhatikan adalah berhati-hati dalam memonitor gejala individu. Karena siklus menstruasi dan gejala PMS bervariasi, maka penyebabnya harus dikenali terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan penyembuhan. Alasan dari perhatian adalah efek yang paling positif dapat memperpendek hidup dan pengaturan variasi dibutuhkan untuk hasil yang baik untuk dilanjutkan.
Sebuah artikel di New England Journal of Medicine menemukan bahwa wanita yang menderita PMS juga sering didapatkan memiliki kondisi tiroid rendah. Kondisi ini dapat tak tertutup oleh tes yang dikhususkan, dan pengaturan dari kondisi tiroid yang rendah dapat mengurangi gejala PMS.
Latihan aerobik yang teratur (sesi 1 jam 3-5 kali seminggu) adalah suatu hal bermanfaat dan dapat mengurangi gejala PMS karena dapat meningkatkan produksi dari endorfin (pembunuh rasa sakit alami tubuh), dimana hal ini dapat meningkatkan kadar serotonin. Latihan aerobik yang teratur juga mengurangi stres dan meningkatkan pola tidur yang teratur. Vitamin dan suplemen mineral khususnya vitamin B6 dan E juga kalsium dan magnesium sering efektif untuk mengurangi gejala PMS seperti payudara sensitif dan kembung. Teknik relaksasi tertentu seperti latihan menarik nafas dalam-dalam atau visualisasi dan bio-feedback juga bukti terapetik dalam pengurangan gejala PMS. Latihan fisik meningkatkan tone simpatetik, suatu kondisi yang menurunkan detak jantung dan mengurangi sensasi cemas.
Bagi beberapa wanita penderita PMS, pengobatan dengan obat yang diresepkan merupakan hal yang sangat efektif dalam pengaturan respon tiap individu. Sebagai contoh, Spironolakton, suatu pengobatan yang menghambat hormon yang bertanggung jawab terhadap kembung dan kenaikan BB, dapat menyembuhkan gejala PMS ini dan mengurangi akibat penimbunan air. Pengobatan tekanan darah dikenal sebagai beta blocker bekerja berlawanan dengan kerja adrenalin pada tubuh dan telah terbukti efektif dalam pengaturan serangan rasa cemas yang terkait dengan PMS.
Pada kasus tertentu, terapi pengaturan kelahiran – dalam bentuk kontrasepsi oral – digunakan untuk menekan dan mengatur juga mengurangi gejala PMS secara keseluruan. Sejak progesteron sintetis digunakan sebagai pil pengatur kelahiran, telah menunjukan hal ini merupakan penyebab PMS, perawatan yang besar dan pengalaman diperlukan dalam pengaturan terapi ini.
Pengaturan lain meliputi antidepresi seperti Prozac, Paxil, Sarafem dan Zoloft, yang meningkatkan kadar serotonin. Pengobatan ini terbukti sangat efektif dalam pengaturan gejala PMS karena mereka menghambat macetnya serotonin di otak dan meningkatkan jumlah serotonin saat ini.
Pada situasi yang jarang terjadi dimana gejala PMS makin bertambah parah, kondisi ini tidak teratasi dengan banyak pengobatan atau terapi lain dan saat kehamilan adalah bukan suatu hal yang obyektif, suatu prosedur pembedahan meliputi suatu pengangkatan separuh indung telur dapat disarankan. Hal ini pastinya baik pada kasus yang berat, pembedahan ini membuat wanita hidup bebas dari PMS.
Tiap wanita adalah unik – seperti keseimbangan hormon tubuh yang baik. Pengaturan dan penilaian PMS sebaiknya dilakukan oleh seorang dokter ahli yang berpengalaman dan mengkhususkan pada masalah ini. PMS tidak hilang secara instan. Akan selalu ada suatu hari yang baik, lebih baik dan paling baik, tetapi dengan mengontrol PMS dan mempelajari bagaimana hidup dalam kehidupan di bawah awan hitam PMS. Adalah sangat mungkin untuk belajar bagaimana merasa lebih baik sepanjang bulan. (www.midlife-passages.com)
PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD)
Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologist sedikitnya 85% dari wanita menstruasi mengalami paling sedikit 1 dari gejala PMS pada siklus menstruasi tiap bulannya. Mereka mengalami gejala PMS mulai dari yang ringan yang tidak membutuhkan perawatan hingga yang lebih parah bahkan yang lebih parah dari PMS yang disebut PreMenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). (womenshealth.gov US Dept of Health and Human Services, Office on Women’s Health)
Banyak kontroversi mengenai PreMenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) dan apakah hal ini merupakan suatu gangguan. PMDD meliputi seluruh gejala PMS tetapi lebih ekstrim dimana saat PMS wanita merasa sedih, saat PMDD wanita sampai merasakan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini terjadi dimanapun pada 3% - 9% wanita.
“Hal ini adalah suatu kondisi biologis yang nyata dimana wanita yang mengalaminya membutuhkan perawatan khusus yang efektif,” demikian pernyataan dari Jean Endicott, PhD, Direktur Bagian Evaluasi PreMenstrual di Columbia Presbyterian Medical Center. (www.SixWise.com)
PMDD juga bisa diindikasikan sebagai gejala PMS yang sering terjadi pada wanita:
PMDD juga dapat diindikasikan sebagai suatu bukti bahwa senyawa kimia otak yang disebut serotonin memegang peranan sebagai penyebab yang memperparah PMS.
Gejala-gejala utama PMDD yang dapat terjadi meliputi :
Bagaimanapun, sebagian ahli percaya dengan PMDD dan ahli yang lainnya menyatakan PMDD bukanlah suatu hal yang nyata, dan hal tsb menyebabkan wanita memang sangat membutuhkan perhatian dan perawatan. (womenshealth.gov US Dept of Health and Human Services, Office on Women’s Health)
Secara medis, ketidakteraturan ini sering diobati dengan memperkenalkan (seringkali buatan/sintetis) hormon ke dalam sistem tubuh wanita. Hormon-hormon dari luar ini akan mengatur siklus menstruasi dengan menolak atau mengesampingkan ritme alami tubuh. Namun Terapi Sulih Hormon (TSH) ini selain telah terbukti beresiko terhadap serangan jantung, kanker, strok dan lain sebagainya, penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga akan membuat kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon sendiri semakin menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan suplay hormon sesuai kebutuhan.Selain PMS, sejumlah gangguan seputar menstruasi lainnya antara lain adalah:
Dismenore
Dismenore adalah gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita yang sedang menstruasi berupa gangguan nyeri/kram perut. Nyeri/kram perut mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan mens dan dapat terasa selama 24-36 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Kasus berat dismenore bahwa nyeri kram dapat disertai muntah dan diare. Dismenore/gangguan nyeri kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS. Dismenore dibedakan menjadi:
Dismenore primer biasanya dimulai pada saat seorang wanita berumur 2 - 3 tahun setelah menarche dan mencapai maksimalnya pada usia 15 dan 25 tahun. Dismenore memang bukan PMS. Berdasar data, Dismenore primer dialami oleh 60-75% wanita. Penyebabnya adalah adanya peningkatan kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin, (Prostaglandin adalah : salah satu mediator kimia/ hormon di dalam tubuh yang menimbulkan terjadinya kontraksi pembuluh-pembuluh darah dan penurunan aliran darah sehingga menyebabkan terjadinya proses iskhemia dan necrosis pada sel-sel dan jaringan). Nyeri semakin hebat ketika bekuan atau potongan jaringan dari lapisan rahim melewati serviks/leher rahim terutama bila salurannya sempit. Dismenore primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengan PMS yang mulai terasa 10 - 14 hari sebelum haid. Gejala akan hilang begitu haid datang. Kalau dismenore membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.
Dismenore sekunder adalah dismenore yang jarang terjadi, biasanya terjadi pada wanita yang berusia sebelum 25 tahun dan dapat terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore.
Penyebabnya :
endometriosis (yaitu pertumbuhan jaringan dan dinding rahim pada daerah di luar rahim seperti tuba fallopi atau ovarium)
KELAINAN-KELAINAN PERDARAHAN MENSTRUASI DAN SIKLUS MENSTRUASI
Kelainan dan gangguan menstruasi yang terjadi pada masa reproduksi dibagi menjadi 4 bagian :
2. OLIGOMENORE
Oligomenore adalah panjang siklus haid yang memanjang dari panjang siklus haid klasik, yaitu lebih dari 35 hari per siklusnya. Volume perdarahannya umumnya lebih sedikit dari volume perdarahan haid biasanya.
d. Amenore Primer yaitu, tidak terjadinya haid sekalipun pada wanita yang mengalami amenore.
Penyebab: kelainan-kelainan kongenital dan genetik
e. Amenore Sekunder yaitu, tidak terjadinya haid yang diselingi dengan perdarahan haid sesekali pada wanita yang mengalami amenore.
Penyebab: gangguan-gangguan gizi tubuh, metabolisme tubuh, tumor dan penyakit infeksi
2008年9月12日 星期五
Starting from 01 September i will be in Jakarta to study again, check out my new address: Wisma Cornelius at Jl. Cengkeh No.9 Margonda Raya, No 7 is my room, the room has 2 beds, 1 private toilet..and on the last five days i just bought a white macbook, i'm really happy to have this one..he2 but now i must learn how to use this macbook..